Friday, November 16, 2012

Friendly Environment Business Process

Because of the global warming, many Business Process is applying a Friendly Environment Business. From inside the company until the goods that company produce is applying friendly environment concept. A friendly environment company must give an education to the consumer,so that the consumer is understand about how important is friendly environment.


Saat ini, ketersediaan sumber daya alam semakin berkurang, dan membuat dampak global warming pun semakin terasa. Salah satu contohnya adalah meningkatnya suhu bumi.  Menurut Julie Urlaub, Managing Partner Taiga Company, konsep ramah lingkungan (green) kini tidak lagi menjadi sebuah gerakan biasa namun sudah menjadi tuntutan pasar.  Desakan go green terhadap dunia korporasi kian kencang terlebih setelah Al Gore, mantan Wapres Amerika Serikat di era Bill Clinton, menyuarakan isu pemanasan global lewat film dokumenter yang dibintanginya sendiri, An Inconvenient Truth. Environmentally-educated consumers, menekan dunia korporasi sebagai penghasil emisi tertinggi untuk lebih memperhatikan proses produksi barang/jasa mereka agar tak sekadar berkualitas melainkan juga ramah lingkungan. Apalagi, sumber daya energi fosil menyusut tajam sehingga dunia korporasi yang dikenal boros energi dituntut cerdik menggunakan sumber daya alternatif. Begitu pula terhadap sumber kehidupan yang lain, khususnya air. 


Hal ini membuat para pebisnis mulai melihat peluang untuk mengembangkan bisnis yang ramah lingkungan. Untuk itu, sebuah proses bisnis atau perusahaan seharusnya memiliki strategi agar tetap menghasilkan keuntungan, tetapi tetap menggunakan prinsip ramah lingkungan. Strategi yang dapat dilakukan oleh perusahaan antara lain dengan meminimalisi penggunaan kertas. Karena kertas terbuat dari pohon, sehingga akan membuat dan memicu terjadinya global warming. sebaiknya perusahaan memproduksi barang yang dapat di daur ulang agar bisa digunakan kembali menjadi barang-barang yang lebih berguna. kemasan untuk membungkus barang yang dijual sebaiknya menggunakan bahan yang ramah lingkungan.



Saat ini semakin banyak konsumen yang memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan. Hal itu membuat semakin besar keyakinan konsumen bahwa keputusan membeli produk ramah lingkungan adalah tepat. Jika sebuah perusahaan yang ramah lingkungan ingin memasarkan barang dagangan yang ramah lingkungan, sebaiknya perusahaan tersebut memberikan edukasi seperti seminar kepada konsumen, agar konsumen mengerti tentang pentingnya ramah lingkungan. Bagi perusahan yang telah memiliki merek dengan citra yang kuat, terbuka peluang untuk mengembangkan strategi positioning yang berorientasi terhadap lingkungan, mengingat orientasi terhadap merek memiliki hubungan positif dengan keputusan membeli produk ramah lingkungan. Karena itu, perusahaan yang belum memiliki produk dengan citra merek yang kuat membutuhkan upaya lebih untuk mengembangkan strategi positioning yang berorientasi terhadap lingkungan.


Referensi :
KARAKTERISTIK KONSUMEN BERWAWASAN LINGKUNGAN DAN HUBUNGANNYA DENGAN KEPUTUSAN MEMBELI PRODUK RAMAH  LINGKUNGAN oleh Setyo Ferry Wibowo dalam Econosains Volume IX, Nomor 2, Agustus 2011
-   Edy Djatmiko, Harmanto.” Meniscayakan BisnisHijau”.
http://penabulu.org/2012/07/meniscayakan-bisnis-hijau/

-   Hijauku.“Proses Bisnis ramah Lingkungan”.http://www.heartline.co.id/eco-family/article59.php
-   Oktavianti, Roswita . "Wapres Imbau Produksi Mobil Ramah Lingkungan". http://www.jurnas.com/news/71814/Wapres_Imbau_Produksi_Mobil_Ramah_Lingkungan/1/Ekonomi/Ekonomi